Pejabat AS Ungkap Trump 'Gagal' Kuasai Iran, Sekarang Targetkan Ini
Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia17 March 2026 06:40
Foto: Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat kunjungan ke Verst Logistics di Hebron, Kentucky, AS, 11 Maret 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Lensababel.com Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah militer ekstrem untuk menyita pusat ekspor minyak lepas pantai utama milik Iran, yakni Pulau Kharg. Kabar yang dilansir dari Axios berdasarkan sumber pejabat Amerika Serikat yang mengetahui diskusi tersebut menyebutkan bahwa operasi ini kemungkinan besar akan memerlukan pengerahan pasukan darat di wilayah tersebut pada Senin, (16/03/2026).
Rencana penyitaan ini muncul sebagai opsi strategis di meja kerja Gedung Putih seiring dengan kebuntuan konflik di Timur Tengah. Seorang sumber pejabat Amerika Serikat mengungkapkan kepada Axios bahwa posisi Trump saat ini sangat bergantung pada kelancaran arus komoditas di kawasan Teluk.
"Trump tidak akan bisa mengakhiri perang, bahkan jika dia menginginkannya, selama blokade tetap ada dan pengiriman dari wilayah tersebut dibatasi," ujar sumber tersebut, yang juga dikutip Russia Today.
Sumber Redaksi : CNBC Indonesia
"Trump tidak akan bisa mengakhiri perang, bahkan jika dia menginginkannya, selama blokade tetap ada dan pengiriman dari wilayah tersebut dibatasi," ujar sumber tersebut, yang juga dikutip Russia Today.
Sumber Redaksi : CNBC Indonesia