Jakarta - Sejumlah minuman sering dianggap berisiko bagi kesehatan. Padahal, tanpa gula dan dengan pola konsumsi yang tepat, minuman ini justru memberi manfaat.
Tak sedikit riset membuktikan minuman yang dicurigai efek konsumsinya, justru menyehatkan. Dikutip dari Eating Well (1/1/25), minuman sehat yang kerap disalahpahami karena dicap tidak sehat itu tidak perlu lagi dihindari konsumsinya.
Beberapa jenis minuman kerap dihindari karena dianggap memicu gula darah. Faktanya, ada yang justru mengandung senyawa yang bermanfaat bagi tubuh.
Kesalahan terbesar sering terjadi pada tambahan gula dan porsi berlebih. Tanpa itu, minuman tertentu bisa memberi efek positif bagi metabolisme.
Minuman yang sering dicap buruk tapi ternyata bermanfaat untuk kesehatan
1. Kopi
Minum kopi sering dicap buruk, seperti bikin sulit tidur atau memicu osteoporosis pada wanita. Faktanya, minum kopi juga membawa banyak manfaat sehat.
Salah satunya bermanfaat bagi gula darah jika kopi dikonsumsi tanpa gula. "Kopi hitam dikaitkan dengan risiko lebih rendah diabetes tipe 2," ujar ahli gizi Erin Palinski-Wade.
Manfaat ini berasal dari asam klorogenat dalam kopi yang bersifat antioksidan. Senyawa itu membantu menekan peradangan yang mengganggu kerja insulin.
Kopi berkafein maupun decaf sama-sama mengandung asam klorogenat. "Yang terpenting, kopi diminum tanpa tambahan gula," tegas Palinski-Wade.
2. Susu Sapi
Susu sapi kerap dianggap buruk karena dinilai memicu peradangan dan menaikkan gula darah. Ahli gizi Erin Palinski-Wade menyebut anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, gula alami laktosa dalam susu diimbangi protein, karbohidrat, dan lemak. Kombinasi ini membuat dampaknya terhadap gula darah relatif minimal.
Sejumlah riset juga mengaitkan konsumsi susu dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Kandungan vitamin D dan magnesium disebut membantu meningkatkan sensitivitas insulin.
3. 100% Jus Buah
Jus buah 100% sering dicap buruk, padahal masih aman dikonsumsi penderita diabetes. "Jus buah bisa membantu menjaga keseimbangan gula darah," kata ahli gizi Erin Palinski-Wade.
Gula alami dalam jus berbeda dengan gula tambahan karena disertai serat dan antioksidan. Studi juga menunjukkan konsumsi jus buah moderat tak meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Meski begitu, porsi tetap perlu diperhatikan agar gula darah stabil. "Cukup setengah gelas dan pilih jus berserat alami," sarannya.
4. Susu Kedelai
Susu kedelai dianggap bisa menaikkan gula darah, tapi anggapan itu keliru. Ahli gizi Samantha Cassetty menyebut susu kedelai tanpa gula aman untuk kontrol gula darah.
Kandungan proteinnya setara susu sapi dengan karbohidrat relatif rendah. Protein dalam susu kedelai juga membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dari makanan lain.
Meski begitu, pilihan tanpa gula tambahan wajib diperhatikan. Cassetty mengingatkan konsumen untuk selalu membaca label sebelum membeli.
5. Teh
Teh mengandung katekin yang bermanfaat untuk menjaga gula darah. Senyawa ini membantu meningkatkan kerja insulin dan menekan peradangan.
Riset menyebut katekin pada teh hijau dan hitam juga bersifat antioksidan. "Katekin membantu tubuh membersihkan gula dari darah," ujar Samantha Cassetty.
Namun, manfaat teh optimal bila diminum tanpa tambahan apa pun. Cassetty menyarankan teh disajikan polos tanpa gula atau pemanis.
Sumber : https://food.detik.com/info-sehat/d-8339439/sering-dicap-buruk-5-minuman-ini-ternyata-bermanfaat-untuk-kesehatan