Hujan Lebat Berujung Banjir, Kondisi Tahura Bukit Menumbing Perlu Dikaji


BANGKA BELITUNG, Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, sejak Kamis 8 Januari 2026 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk area yang berdampak terhadap kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Menumbing.

Banjir terjadi pada Jumat 9 Januari 2026 dan merendam empat titik, di antaranya yakni, Kampung Culong di Kelurahan Sungai Daeng, Gang Asmara di Kelurahan Tanjung, Kampung Keranggan dan Desa Belo Laut.

Sedikitnya ada sekitar 61 kartu keluarga (KK) atau 265 jiwa yang terdampak akibat hujan deras yang berlangsung selama dua hari. Beruntungnya, dalam peristiwa banjir tersebut tidak ada korban jiwa.

Kepala BPBD Bangka Barat, Safrizal, mengatakan banjir murni dipicu oleh cuaca ekstrem, bukan karena pasang surut air laut.

"Berdasarkan data BMKG, ketinggian air laut masih di bawah ambang batas. Jadi banjir kemarin murni akibat curah hujan yang sangat tinggi," ujar Safrizal saat ditemui di ruangannya Sabtu, 10 Januari 2026.

Banjir terjadi diduga akibat degradasi lingkungan di kawasan Tahura Bukit Menumbing sehingga daya serap terhadap curah hujan menurun.

Menurut Safrizal, dampak tersebut perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi.

"Dampak lingkungan pasti ada, namun seberapa besar masih harus dikaji secara mendalam. Yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah menyiapkan infrastruktur yang lebih tahan terhadap bencana," ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan salah satu penyebab banjir ialah menurunnya daya tampung sungai di Kecamatan Mentok, sehingga tidak mampu menahan debit air saat hujan lebat.

Untuk penanganan jangka panjang, BPBD Bangka Barat bersama instansi terkait telah melakukan peninjauan lapangan guna menentukan langkah yang tepat.

"Langkah awal yang perlu dilakukan adalah normalisasi sungai. Daya tampung sungai sudah tidak memungkinkan menerima curah hujan ekstrem," tukasnya.(*)

Sumber : https://www.wowbabel.com/lokal/59816544083/hujan-lebat-berujung-banjir-kondisi-tahura-bukit-menumbing-perlu-dikaji

Previous Post Next Post